Daftar Isi
KATA PENGANTAR 2
DAFTAR PUSTAKA 4
BAB 1. Pergeseran Paradigma Pengelolaan Sampah 8 1.1. Pendahuluan 8 1.2. Karakteristik dan Suplai Sampah 13 1.3. Potensi Emisi dan Polutan 16 1.4. Produk Samping (Residual Waste) 18 1.5. Analisis Risiko Operasional dan Sosial 20 1.6. Pertimbangan Ekonomi dan Model Pembiayaan 22 1.7. Dimensi Kebijakan dan Tata Kelola Sistem Persampahan 23 1.8. Kesimpulan 24 BAB II. Sejarah WtE di Negara Lain 26 2.1. Sejarah WtE di Denmark 27 2.2. Sejarah WtE di Jepang 29 2.3. Sejarah WtE di Singapura 34 2.4. Sejarah Insinerator di Jerman 40 2.5. Pelajaran Strategis bagi Indonesia 48 2.5. Kesimpulan 52 Bab 3. Transformasi Sisi Hulu 53 3.1. Pemilahan sebagai Fondasi Insinerator 55 3.2. Sistem Pengumpulan dan Pengangkutan 63 3.3. Standar Pemilahan dan Reformasi Sistem Pengangkutan 67 3.4. Kesimpulan 68 BAB 4. Transformasi Sisi Tengah 69 4.1. Konsep Integrasi 74 4.2. Contoh konkrit konsep transformasi sisi hulu dan tengah 76 BAB 5. Sisi Hilir dalam Sistem PSEL 84 5.1. Transformasi Peran Pekerja Informal Persampahan 84 5.2. Mitigasi Dampak Lingkungan PSEL 90 BAB 6. Harmonisasi Kelembagaan dan Kebijakan 99 6.1. Dukungan Kebijakan Persampahan Nasional 99 6.2. Kebutuhan Perubahan Peraturan Daerah 108 6.3. Relevansi Kelembagaan Daerah 111 BAB 7. Opsi Teknologi WtE Non-insinerator 115 7.1. Anaerobic Digestion (AD) 116 7.2. Gasifikasi Berbasis RDF atau sampah fraksi kering 119 7.3. Pirolisis untuk Limbah Plastik Campuran 120 7.4. Mechanical Biological Treatment (MBT) 122 7.5. Kesimpulan 124 BAB 8. Peran Sektor Industri 126 8.1. Peran Industri dalam Pengurangan Sampah 127 8.2. Extended Producer Responsibility (EPR) 130 8.3. Substitusi bahan bakar 131 8.4. Substitusi bahan baku 133 8.5. Sistem pendukung 134 DAFTAR PUSTAKA 137